Sepertinya Internet Semakin Tidak Aman


Posted by Alex Pangestu on May 11, 2011

Dari tahun ke tahun, ancaman di Internet selalu saja ada. Sepanjang tahun 2010 kemarin, menurut laporan Symantec, ada 286 juta ancaman baru. Cara menyerang pun ada tren baru yang lebih sulit terdeteksi–tahu-tahu berhasil mencuri.

Sudah beberapa tahun terakhir, penjahat Internet tidak lagi narsis, berteriak-teriak tunjuk dada, “Ini saya yang berhasil mengerjai!” Saat ini rata-rata bekerja diam-diam, cari pintu belakang, dengan tujuan: duit. Di tahun 2010, seperti dilaporkan Symantec, serangan dilakukan terarah ke instansi-instansi tertentu, biasanya perusahaan multinasional yang terdaftar di bursa saham dan lembaga-lembaga  pemerintahan. Mereka mencuri kekayaan intelektual, bahkan juga melakukan perusakan.

Jangan sangka serangan hanya diarahkan pada instansi.Salah satu faktor yang membuat orang terkena serangan adalah rasa percaya diri kalau dirinya tak akan terserang. Serangan juga dilakukan terhadap perseorangan. “Dalam sebuah insiden, 260 ribu identitas tercuri,” demikian tertera dalam laporan Symantec untuk tahun 2010.

Media sosial, seperti Facebook & Twitter, merupakan lahan subur bagi penjahat Internet untuk beraksi. Yang jadi tren saat ini adalah rekayasa sosial menggunakan penyingkat URL. Terbukti, teknik ini efektif. Ada jutaan link hasil penyingkat yang beredar di Facebook. Sebanyak 65% URL yang beredar di media sosial menggunakan penyingkat URL. Sebanyak 75% dari URL yang beredar tersebut diklik 11 kali. Sekitar 33% diklik antara 11 hingga 50 kali.

Di dunia perangkat bergerak, trennya adalah Trojan. Dengan berpura-pura jadi program yang berguna dan aman, mereka menyusup ke perangkat bergerak.

Bagaimana solusinya? Instal perangkat keamanan sudah pasti. Lainnya, terapkan berinternet yang bersih dan sehat. Jangan ngeklik sembarangan.


Posted in Teknologi | Tagged: , , | 1 Comment »

Tsunami di Internet Setelah Gempa Jepang


Posted by Alex Pangestu on March 17, 2011

Tsunami yang berawal gempa di Jepang tidak hanya membuat peringatan tsunami di beberapa negara, tapi juga “tsunami informasi” di Internet.

Saat itu, video di YouTube kedatangan gelombang pengunjung dalam jumlah yang besar. Pengunjung mencari video air yang menyeret perahu, mobil, dan rumah seperti mainan anak-anak. Sekitar 5 jutaan orang mengakses YouTube pada hari itu.

Ribuan orang juga berbagi informasi lewat situs web media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Google yang mengeluarkan situs web pencarian orang juga dengan cepat diakses orang. Situs web beralamat http://japan.person-finder.appspot.com berisi lebih dari 81 ribu pesan yang mencari dan memberi informasi. Situs web berbahasa Inggris dan Jepang itu diakses ratusan orang dalam hitungan menit.

Penggalangan dana dan doa secara cepat disampaikan lewat Internet. Di Twitter, #PrayForJapan, sebuah hashtag yang mengajak orang untuk berdoa bagi Jepang, segera jadi topik yang ngetren (baca: trending topic).


Posted in Teknologi | Tagged: , , | No Comments »

Asal mula kata spam


Posted by Alex Pangestu on January 23, 2011

Mohon maaf kepada orang-orang yang sudah tahu. Saya cuma mau kasih tahu sejarah unik di dunia komputer: asal mula kata “spam”.

Read the rest of this entry »


Posted in Teknologi | Tagged: | 1 Comment »

5 ancaman keamanan internet di 2011


Posted by Alex Pangestu on January 3, 2011

Dengan melihat tren di tahun 2010, SecurityNewsDaily membuat prediksi 5 ancaman keamanan internet yang harus diwaspadai tahun 2011.

Read the rest of this entry »


Posted in Teknologi | Tagged: , , , , | 4 Comments »

Media sosial & seluler: simbiosis mutualisme


Posted by Alex Pangestu on December 31, 2010

Bulan Oktober 2010, saya dapat berita tentang kecelakaan kereta api di Pemalang bukan dari radio, bukan dari televisi, bukan dari situs web berita, melainkan dari Twitter! Yah, salah satu teman sekantor saya ada di dalam KA Senja Utama yang (mestinya) membawanya dari Jakarta ke Semarang. KA Senja Utama ditabrak oleh KA Argo Anggrek yang melaju dari Jakarta menuju Jakarta.

Berikut ini adalah “kicauan”-nya.

2.47: Keretanya kecelakaan ni kayaknya…

2.49: Tiba-tiba #JEGER… seperti hantaman… Lampu mati dan barang2 jatuh berserakan. Ada apa kreta ini?

2.55: Keretanya ditabrak… Sumpah, parah bgt…

3.09: Bener2 kecelakaan… 3 gerbong hancur. Kabarnya 2 gerbong meninggal smua… Ya Ampun Tuhan… Parah sekali…

3.47: Senja Utama Semarang ditabrak Argo Anggrek. Korban dievakuasi. Gerbong 7, 8, 9 sepertinya hancur berantakan. Terjadi 45 menit yg lalu.

“Kicau-kicau” menggambarkan kondisi korban–sebaiknya tidak dikutip di sini karena terlalu mengerikan dan bukan itu pulalah fokus tulisan ini.

Laporan kecelakaan dari teman saya itu merupakan salah satu contoh jurnalisme rakyat yang bisa dilakukan dengan media sosial. Saya juga pernah meminta laporan langsung dari teman saya yang sedang menonton konser Kla Project Exellentia. Dia mengirim laporan langsung lewat akun Twitter-nya.

Media sosial, tanpa dukungan telekomunikasi seluler, rasanya sulit berkembang seperti sekarang. Bayangkan saja, apakah mungkin teman saya yang di KA Senja Utama sempat buka laptop di tengah riuhnya kecelakaan untuk update status Twitter? Apakah teman saya yang menonton konser Exellentia sambil jingkrak-jingkrak mendengarkan “Lagu Baru” menyalakan laptop untuk memberikan laporan? Tidak. Mereka pakai alat yang lebih praktis: ponsel.

Ponsel rata-rata sudah bisa dipakai untuk akses internet. Ponsel pintar, yang jelas-jelas bisa dipakai untuk berinternet, penetrasinya semakin gencar. IDC mencatat sepanjang tahun, penetrasi ponsel pintar di Indonesia mencapai 12 persen. IDC penetreasi akan terus naik. “2014, jumlahnya akan dua kali lipat,” jelas IDC lewat Chua Fong Yang, analis pasar telekomunikasi. Faktor yang disebutkan oleh Chua adalah salah satu media sosial, Facebook.

Maraknya penggunaan jaringan seluler untuk berinternet pun tampak dari lalu lintas data di jaringan. Operator XL, misalnya, dalam 1 hari rata-rata melayani lalu lintas data 17 terabita. Dalam hari-hari raya khusus, lalu lintas naik sekitar 11 persen. Faktornya: lagi-lagi media sosial.

Dengan kata lain, media sosial dan telekomunikasi seluler merupakan sebuah simbiosis mutualisme. Tinggal bagaimana manusia menggunakannya. Bukan sekadar status-status makan apa, di mana, dan dengan siapa tentunya. Ada sesuatu yang bisa diambil dari simbiosis mutualisme tersebut.

Buat seorang pekerja di bidang pemasaran, menurut Hermawan Sutanto, Sr. Marketing Manager - Emerging Markets Windows Commercial dari Microsoft, perangkat komunikasi membuka akses “real time” bagi konsumen untuk menyampaikan pendapat mereka mengenai suatu produk. “Mereka bisa menyatakan ‘jempol’, advokasi, atau rekomendasi,” kata Hermawan, yang bermarkas di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat, ketika dihubungi lewat e-mail.

Hermawan juga mengatakan, “Akan lahir strategi pemasaran yang dinamis dan memiliki personalisasi lebih dalam untuk konteks/scenario sesuai dengan target pasar tertentu.”


Posted in Teknologi | Tagged: , , | 1 Comment »

NASA tak hapus data sebelum jual PC!


Posted by Alex Pangestu on December 13, 2010

Sebagai salah satu bagian dari sebuah akhir program Space Shuttle, NASA menjual komputer-komputer lama. Tapi gawatnya, NASA sepertinya lupa menghapus data sensitif yang ada di komputer itu. Menurut Office of Inspector General, ada kebocoran keamanan yang serius di pusat NASA yang berlokasi di Florida, Virginia, Texas, dan California.

Hasil audit mendapati 10 dari 14 komputer gagal dalam tes yang berhubungan dengan “kebersihan data”. Satu komputer malah masih berisi data yang sangat sensitif mengenai Space Shuttle. “Data harus dihapus tuntas sehingga tidak bisa diambil kembali,” demikian tertera pada hasil audit.

NASA punya peranti lunak yang sudah punya beberapa peranti lunak sah untuk membersihkan hard disk. Di antaranya adalah DBAN, Secure Erase, dan WipeDrive/WipeDrive Pro.

Anda, ketika mau jual komputer, juga sebaiknya membersihkan hard disk. Meskipun Anda yakin tidak ada data penting di dalam komputer, saya sangat menyarankan untuk tetap dibersihkan. Kenapa? Siapa tahu Anda pakai fitur pengingat password atau pengisi formulir otomatis di browser. Data itu bisa diambil lagi.

Tak perlu pakai peranti lunak yang dipakai NASA. Mahal, soalnya. WipeDrive Pro harganya nyaris US$100. Pakai sajalah yang gratisan, seperti Ccleaner (http://www.piriform.com/ccleaner/download). Cukup kok.


Posted in Teknologi | Tagged: , | 5 Comments »

Kecepatan download dari masa ke masa


Posted by Alex Pangestu on December 3, 2010

Tahun 1995, ketika internet masih bayi, untuk download sebuah file berukuran 1GB butuh waktu 1 hari, 19 jam, 1 menit, dan 24 detik. Sekarang, paling butuh 1 menit 24 detik.

Kaget kok bisa begitu cepat? Boleh, karena kecepatan rata-rata itu merupakan kecepatan ideal. Ingat, kecepatan itu dipengaruhi berbagai hal. Tapi, sekadar informasi saja, inilah sejarah kecepatan download dari masa ke masa yang dibuat oleh Tech Know Times.

Read the rest of this entry »


Posted in Uncategorized | Tagged: , , | 7 Comments »

Cara mudah menunjukkan arah


Posted by Alex Pangestu on November 12, 2010

Memberi petunjuk jalan jadi lebih gampang dengan pakai peta online. Saya coba berbagi cara bikin petunjuk jalan di Google Maps Indonesia.

Read the rest of this entry »


Posted in Teknologi | Tagged: , , | 3 Comments »

Di balik angka delapan


Posted by Alex Pangestu on October 22, 2010

Angka delapan (8) tidak punya awal dan akhir sehingga konon, angka ini melambangkan keabadian. Saya jadi terpikir, apa ini yang jadi alasan Nokia memberi nama N8 pada ponsel pintar barunya?

Read the rest of this entry »


Posted in Teknologi | Tagged: , | 4 Comments »

Kalau bisa susah, kenapa harus mudah?


Posted by Alex Pangestu on October 16, 2010

Kenapa ada orang yang tega bilang, “App Inventor adalah pembodohan!” Padahal saya lagi senang-senangnya karena disetujui Google jadi pengguna App Inventor, sebuah aplikasi untuk… yah tak ada kata lain… bikin aplikasi yang jalan di Android.

Read the rest of this entry »


Posted in Teknologi | Tagged: , , | 4 Comments »